Puncak aktivitas matahari yang diperkirakan akan terjadi pada 2012,
disebutkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dapat
menimbulkan badai matahari.
Profesor riset astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
(LAPAN) Thomas Djamaluddin, memperkirakan puncak aktivitas pusat tata
surya kita, yaitu matahari, akan terjadi antara tahun 2012 hingga 2013.
“Badai matahari merupakan dampak dari puncak aktivitas matahari.
Dampak terburuk dari fenomena ini adalah terganggunya teknologi
satelit, komunikasi, navigasi dan induksi trafo listrik,” kata Thomas,
Sabtu (6/3/2010).
Namun menurut Thomas hal itu sangat normal sebagai bagian dari
siklus puncak aktivitas matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali.
Meski perlu diwaspadai, badai itu tidak sampai menghancurkan bumi.
Dampak badai matahari yang paling terasa adalah perubahan iklim yang
ekstrem.
“Secara sederhana, para astronom menggambarkannya sebagai aktivitas
kekuatan gravitasi matahari yang sangat kuat dan setiap 11 tahun sekali
perilakunya meningkat. Saat tarik menarik gravitasi demikian kuat dan
tidak tertahankan lagi, hal ini akan menyebabkan ledakan hidrogen,”
kata Adi beberapa waktu lalu.
Puncak aktivitas matahari melontarkan miliaran ton partikel, plasma
berenergi tinggi, dan radiasi gelombang elektromagnetik. Lontaran
partikel dan radiasi yang mengarah ke bumi akan mempengaruhi lapisan
atmosfer, sistem teknologi, serta aktivitas manusia di antariksa dan
bumi.